Tuesday, February 27, 2018

Camping Seru Bersama Jelajah di Pantai Panrita Lopi ( Muara Badak )


Berbicara tentang pesona wisata di Kecamatan Muara Badak - Kutai Kartanegara, tentunya takkan bisa lepas dari wisata pesisirnya berupa hamparan pantai yang membentang di Pulau Pengempang. Kalau dulu di wilayah samboja dan Balikpapan terkenal dengan wisata pantainya, maka sekarang pun kecamatan muara badak menjadi tujuan utama wisatawan untuk berwisata pantai. Jadi tak perlu jauh - jauh lagi kan ke Balikpapan :D 



Semenjak setahun yang lalu kawasan wisata di pulau pengempang terus di perluas dengan di bukanya beberapa pantai baru yang di kelola oleh pengusaha lokal maupun masyarakat setempat dan pantai Panrita Lopi adalah salah satunya.


Naah kali ini kita akan berkenalan dengan pantai Panrita Lopi yang posisinya berada di tengah pulau pengempang yang di apit oleh pantai Mutiara Laut di sebelah kanan dan pantai Kurma di sebelah kirinya. Pantai Panrita Lopi sendiri sangat cocok untuk di jadikan wadah rekreasi bersama keluarga maupun dengan orang - orang terdekat.


Untuk akses menuju ke pantai panrita lopi kita menyeberang ± 15 menit menggunakan kapal mesin yang posisi dermaganya berada di ujung, cukup membayar 15 ribu kita sudah diantar pulang - pergi. Sedangkan untuk tiket masuk ke pantainya sendiri menurut info terbaru dari pihak pengelola yang akan berlaku di bulan maret nanti sebesar 15 ribu ( dewasa ) dan 10 ribu ( anak-anak ). tentunya masih terjangkau kan :)

Pelabuhan penyebrangan ke pantai Panrita Lopi

Adapun fasilitas yang kita dapatkan adalah free gazebo, air bersih, toilet dan tempat mandi dan undasnya lagi adalah kita mendapatkan koran Samarinda Post . assik kan nyantai di pantai menikmati desiran ombak sembari membaca koran hari ini. Ujar urang jua meskipun lagi piknik masih tetap update lawan berita di daerah tercinta :D




Bagaimana dengan kondisi pantainya !

Pantai Panrita Lopi sendiri sudah tergolong bersih dan rapi tak terlihat kesan kumuh karena gazebo disana di buat permanen dan rindangnya pepohonan di sekitarnya membuat suasana sejuk, airnya sendiri bisa saya katakan jernih dan aman untuk bemandian disana nggak takut lagi betis terinjak karang karena di dasar airnya pasir semua. Demikian sedikit gambaran umum tentang pantai Panrita Lopi.


Camping seru ke 2 di pantai Panrita Lopi

Camping seru di Panrita Lopi sudah menjadi event yang di adakan sejak tahun kemaren dengan mengundang berbagai komunitas, dan di tahun ini komunitas Jelajah mendapat kehormatan di undang untuk mengikuti kegiatan camping seru ke 2 . Karena terkendala kesibukan masing - masing anggota kami dari Jelajah sendiri hanya bisa hadir pas hari sabtu sore saja, adapun kegiatannya sendiri berlangsung mulai hari jum'at sampai hari minggu dengan di isi berbagai acara baik itu camping bareng, lomba bola pantai, games,  hiburan musik, dan diskusi santai.


Acaranya sendiri meskipun sederhana tapi tak mengurangi kadar keseruannya sendiri, apalagi pas malam minggunya dimana di isi acara hiburan musik berasa lagi nonton konser artis ibu kota, kami beserta rekan - rekan pun tak kuasa menahan tubuh ini untuk ikut bergoyang bersama di bawah panggung. wkwk :D

Selesai acara hiburan musik masuklah di sesi acara diskusi santai, yang menjadi pembicaranya sendiri adalah pengelola pantai Panrita Lopi dan dosen dari Universitas Mulawarman ( unmul ) jurusan perikanan dan kelautan.

Diskusi santai 

Dinginnya suasana dimalam itu karena sempat di guyur hujan tak sekalipun menyurutkan niat kami mengikuti diskusi di malam itu, bagi saya yang awam ni ibaratkan mendapat kuliah umum perihal potensi di pesisir Muara Badak baik itu dari potensi pantai, mangrove, maupun potensi bawah lautnya berupa terumbu karang.
Pertama - tama dari pihak pengelola yang bercerita mulai awal di kelolanya Panrita Lopi dari yang awalnya di anggap sebelah mata karena pekerjaan orang gila yang ingin menyulap tempat sepi dan hanya sebuah rawa menjadi tempat wisata. Berkat usaha yang keras dan dukungan pemuda di Muara Badak yang tak kenal lelah maka jadilah pantai Panrita Lopi yang bisa kita nikmati keindahannya sekarang dan akan terus di kembangkan agar membuat nyaman para pengunjung.


Selepas itu diskusi dilanjutkan kali ini oleh dosen dari unmul yang banyak melakukan penelitian di pesisir muara badak. Awal - awalnya pak dosen bercerita tentang kerusakan terumbu karang di sekitar pesisir muara badak dan bagaimana perlahan tapi pasti progres rehabilitasi terumbu karang di perairan muara badak mulai membuahkan hasil yang memuaskan dengan di tandai semakin mudahnya nelayan mendapatkan hasil tangkapan ikan. Yang menarik dari diskusi malam itu kami banyak di paparkan tentang potensi wisata bawah laut berupa terumbu karang yang masih asri dan jaraknya juga tak terlalu jauh dari pulau pengempang. Jadi sekarang kalau mau snorkling nggak perlu jauh - jauh lagi cukup di muara badak saja kita bisa melihat keindahan terumbu karang dan biota lautnya.
Terumbu karang di pesisir Muara Badak
Demikianlah catatan singkat pada saat kami mengikuti camping seru ke 2 di pantai panrita lopi, selain seru - seruan bareng rekan - rekan pada saat camping kami pun mendapat edukasi yang beharga pada saat mengikuti diskusi semalam.


Padahi Dilan amun handak berwisata pantai dan menikmati keindahan surga di bawah laut cukup ke muara badak saja, di jamin ndik berat di ongkos :D

Foto bersama sebelum kembali ke samarinda

Sumber foto : Koleksi Jelajah dan foto terumbu karang by pak Muchlis

Thursday, February 15, 2018

Camping Ceria di Pantai Teluk Lombok Sangkima



Mengawali pekan ke dua di bulan februari kami bersama rekan - rekan di komunitas Jelajah mengadakan camping gembira di teluk lombok sangkima - Sangatta. Untuk trip kali ini jumlah anggota yang ikut tergolong rame jumlahnya ada sekitar 64 orang terbagi dari 7 mobil dan 22 sepeda motor. Berikut sekilas catatan pengalaman kami pada saat berkunjung ke Sangkima ( Sangatta ).


Berdoa bersama sebelum berangkat


Pagi itu titik kumpul di depan perum Citraland, sebelum memulai perjalanan seperti biasa metting point dulu dan tak lupa berdoa bersama memohon perlindungan kepada tuhan agar selamat sampai ditujuan. Perjalanan kali ini menuju ke Sangkima - Sangatta lumayan panjang dan melelahkan melewati jalan poros Samarinda - Bontang yang tikungannya meliuk - liuk naik turun bukit, dengan kiri kanannya sering terdapat lubang tentunya harus ekstra hati - hati, konon katanya seorang Valentino Rossi pun bisa ngerabas masuk ke semak - semak pada saat melintasi jalur tersebut.. Hehe

Taman Nasional Kutai Sangkima

Kedatangannya bagai tak pernah di harapkan Baru separuh perjalanan gerimis jumbo dengan rintik yang tebal datang menghampiri rombongan kami. Tak menunggu komando rombongan kami yang menggunakan sepeda motor tehambur gas poll menyelamatkan diri masing - masing, mencari tepat berteduh untuk memasang jas hujan.


Derasnya hujan siang itu tak sekalipun menyurutkan tekad kami untuk melanjutkan perjalanan, perlahan tapi pasti sore harinya tibalah kami di daerah sangkima. Tujuan awal kami pada saat berada di sangkima adalah mengunjungi Taman Nasional Kutai ( TNK ).


Tiket masuk ke TNK sebesar Rp. 7500,-/orang, akses jalannya sendiri pada saat berada di dalam adalah tangga ulin yang kondisinya ada sebagian yang mulai jabuk dan licin, jadi mesti hati - hati pada saat melintasinya.

Pohon ulin yang konon terbesar di dunia

Tujuan utama kami pada saat masuk ke dalam TNK adalah melihat langsung sebuah pohon ulin raksasa berumur ratusan tahun yang menurut infonya adalah yang terbesar di dunia, untuk sampai ke tempat dimana pohonnya berada kami berjalan kaki menempuh jarak ± 1 km.
Ada satu sensasi tersendiri pada saat melewati jembatan gantung di areal TNK, sebelum naik ke jembatannya ada terlihat papan peringatan bertuliskan " awas buaya ". Fantasi kami pun seperti adegan di film membayangkan kalau jembatanx putus alamat kami jadi santapan empuk buaya yg sudah menunggu di tepi sungai.. Lebay :D



Tak berapa lama masuk di TNK karena kondisi habis hujan dan juga hari sudah kesorean plus rada zonk juga karena tak terlihat urang hutan bergelantungan di atas pohon, kami pun memutuskan melanjutkan perjalan ke teluk lombok untuk menginap semalam disana.

Pantai Teluk Lombok - Sangkima

Pantai teluk lombok masih berada di areal Pertamina akses jalannya sendiri berupa tanah bebatuan dan sedikit jalan semenisasi, untuk masuk kedalamnya pun kita wajib lapor ke security yang berjaga di portal. Untuk sampai ke pantainya memerlukan waktu sekitar 30 menit, pantai teluk lombok sendiri sangat cocok untuk dijadikan tempat rekreasi bersama keluarga maupun bersama sahabat. Dengan rindangnya pepohonan disepanjang pesisir pantai tentu akan memberikan suasana sejuk bagi pengunjung.


Pada saat kami sampai di pantai teluk lombok harinya sudah menjelang petang, jadi tak menunggu waktu lama rekan - rekan langsung mempersiapkan tenda untuk perlengkapan tidur malam nanti dan juga mencari ranting - ranting pohon yg terdapat di sekitaran pantai untuk membuat api unggun.



Kegiatan kami malam itu sangat seru sekali, mengelilingi api unggun untuk saling memperkenalkan diri baik untuk anggota baru maupun anggota yang lama dan juga bernyanyi bersama di iringi canda tawa. Rasa kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa malam itu yang sampai hari ini masih kuingat selalu.
Malam pun semakin larut dan lagi - lagi gerimis tebal mengguyur, untungnya di sepanjangan tepi pantai sudah tersedia pondok - pondok tempat peristirahatan yang bisa dijadikan tempat berteduh. Sekedar info biaya penyewaan pondok seharga Rp. 50.000,-/petak dan juga air bersih Rp. 5.000,-/ember atau Rp.400.000,-/tandon.


Menjelang pagi harinya tentu badan ini terasa lebih fress setelah semalam bisa beristirahat dengan nyaman, setelah selesai sarapan dan berkemas waktunya untuk melanjutkan perjalanan menuju kota Sangatta.

Di halaman Kantor Bupati 

Masjid Islamic Center Kota Sangatta

Di kota Sangatta konsep perjalanan kami adalah fun rally motor ala Jelajah, menyinggahi spot - spot terbaik untuk berfoto yang ada di kota Sangatta dan di upload ke medsos. Rutenya sendiri adalah mengunjungi kawasan Bukit Pelangi, Bukit Pandang, Monumen Kudungga dan Monumen Pesawat Terbang, begitu saya menyebutnya.


Tak terasa hari pun sudah sore padahal masih betah berada di Sangatta, tetapi keterbatasan waktu jua lah yang mengharuskan kami beserta rombongan harus pulang kembali ke Samarinda. Perjalanan pulang kami pun masih setia di iringi gerimis mini, tapi itu tak mengapa karena slogan kami di Jelajah berani berpanas dan berhujan tapi takut menahan lapar. Wkwkwk


Alhamdulillah semua anggota Jelajah yang ikut camping gembira pulang dengan selamat sampai dirumahnya masing - masing. Sebagai penutup saya nukilkan petuah bijak dari Chiel Ipeth salah satu pengurus Jelajah

Jika materi yang dicari kami tak bisa memberi,
Jika populeritas yang dinginkan tak dapat pula dicari disini, TAPI jika Jalinan Persahabatan dan kekeluargaan yang kalian harapkan bergabunglah dengan kami, karena hanya senyuman Canda dan tawa yang dapat kami bagi dan berikan.

"LOVE YOU SO'MUCH BIG FAMILY JELAJAH"

#Jelajah_tangguh #Jelajah_yess


Sumber Foto : Koleksi Jelajah

Sunday, February 4, 2018

Serunya Menikmati Keindahan Jembatan Mahkota II di Malam Hari Dengan Kapal Wisata Pesut Etam


Sebelum akses jalan darat di daerah pehuluan saling terhubung, Kapal motor atau taksi begitu sebagian masyarakat di pesisir sungai mahakam menyebutnya Sempat menjadi sarana transportasi unggulan di Zaman old baik untuk membawa penumpang maupun membawa angkutan barang. Tapi kini setelah akses jalan darat semakin terhubung ke daerah satu dan ke daerah yang lainnya, ditambah populasi jumlah pemilik kendaraan makin tahun makin meningkat maka kapal motor pun tak menjadi pilihan utama lagi.

Guna menghidupkan kembali gairah transportasi di sungai mahakam, kapal motor pun tak hanya menjadi alat transportasi mengangkut penumpang dan barang, melainkan berenovasi menjadi sebuah sarana berwisata di sungai mahakam dan salah satunya adalah kapal wisata Pesut Etam. untuk rutenya sendiri pun bervariasi dari menyusuri Jembatan Mahkota II - Jembatan Mahakam (Bigmall) , wisata religi ke kutai lama, dan rekreasi ke pulau kumala dan museum mulawarman.

Berkunjung ke Samarinda tentunya takkan lengkap kalau tidak mencoba berwisata menyusuri sungai mahakam menggunakan kapal wisata yang saat ini kalau istilah zaman now lagi ngehits di Samarinda.
Nah kali ini Jejak Si Koceng akan menceritakan serunya berwisata dimalam hari menyusuri sungai mahakam dengan menggunakan kapal wisata pesut etam.

Kapal Wisata Pesut Etam


Sedikit review dulu mengenai kapal wisata pesut etam yang berkapasitas ± 80 penumpang, yang terdiri dari 50 orang di lantai bawah ( reguler ) dan 30 orang di lantai atas ( vip ). Safety nya sendiri sudah memenuhi standar baik itu dengan tersedianya pelampung dan di sekeliling tepi kapal di bagian atas sudah berpagar, jadi tak perlu khawatir saat membawa anak kecil naik ke atas kapal. Tapi tetap sebagai orang tua wajib mengawasi pada saat berada di atas kapal. Untuk hiburannya sendiri kita bisa berkaraoke pada saat berada di atas kapal dengan koleksi lagu yang mencapai ribuan, tentunya rasa aman dan nyaman akan anda rasakan saat berada di kapal wisata pesut etam.



Rute yang Malam ini saya ikuti adalah trip Samarendah dengan tujuan menyusuri Jembatan Mahkota II dan Jembatan Mahakam ( Bigmall ) untuk start awalnya sendiri di dermaga wisata pasar pagi ( kantor Dishub) yang terletak di seberang Masjid Raya Samarinda.
Kelap kelip cahaya warna-warni menghiasi kapal tampak bagaikan sebuah kapal pesiar yang sedang ingin bersandar di dermaga, begitu kesan pertama saya saat melihat kapal wisata pesut etam di kala malam hari.

Antusias penumpang kapal wisata

Menikmati sepoinya angin dimalam hari dengan iringan lantunan elektune yang bisa dinyanyikan oleh penumpang dapat kita nikmati pada saat berada di atas kapal pesut etam, tentunya membuat assik suasana pada saat menyusuri sungai mahakam.

Suasana di lantai bawah 
Suasana di lantai atas (vip)

Sesampainya di sekitar Jembatan Mahkota II antusias penumpang sangatlah tinggi melihat keindahan lighting Jembatan Mahkota II di malam hari. Selfie maupun berfoto rame-rame dengan latar jembatan yang warna-warni menjadi pilihan semua penumpang kapal wisata.


Setelah memberi jeda untuk memberi kesempatan kepada penumpang mengambil gambar dengan latar Jembatan Mahkota II, tentunya untuk menikmati kemegahan sebuah jembatan yang nggak kalah cantiknya dengan yang di luar negeri sana kita tak perlu pergi jauh-jauh cukup datang ke Samarinda saja. Ya kan.. hehe
Setelah puas menikmati keindahan jembatan Mahkota II, Kapal pun memutar kembali melanjutkan perjalanan mudik menuju ke Jembatan Mahakam dan Bigmall.


Sepanjang perjalanan kita bisa melihat keindahan kota Samarinda di malam hari, terutama di sepanjang tepian samarinda kota. Kemegahan Islamic Center pun tampak begitu mempesona terlihat dari pinggiran sungai, begitu juga warna warni cahaya di taman Mahakam Lampion Garden (MLG), dan di penghujung rute kita akan di bawa oleh pengemudi kapal menyusuri di tepi Bigmall Samarinda yang kebetulan juga bangunannya tepat berada di tepi sungai mahakam.

Latar belakang Islamic Center 

Di tepi Bigmall Samarinda

Demikianlah sedikit pengalaman Jejak Si Koceng pada saat mengikuti trip Samarendah di malam hari bersama Kapal Wisata Pesut Etam. Mungkin di waktu yang akan datang akan kuceritakan kembali pengalaman saat menyuri sungai mahakam di trip yang lainnya.

Sekedar informasi tambahan kapal wisata Pesut Etam juga melayani trip wisata untuk kegiatan arisan, reuni, gathering, ultah, dll.
Cara pemesanan tiket : Silakan datang langsung ke petugas atau kru Pesut Etam di Dermaga Wisata Pasar Pagi atau
Ketik nama (spasi) usia (spasi) rute wisata
Kirim pesan singkat/wa/hub ke : 081346246210

INFO & BOOKING :
‌fanspage : https://www.facebook.com/Pesutetamkapalwisata/


Foto koleksi : Kapal Wisata Pesut Etam dan Jelajah

Wednesday, January 31, 2018

Kokor Entimun Kuliner Khas Kutai

Resep membuat Kokor Entimun
Kokor Entimun

Etam kenalan dengan olahan kuliner khas kutai yaitu Kokor entimun, cara membuatnya sangatlah mudah dan praktis, tak perlu memerlukan waktu sampai berhari-hari, dan yang pastinya sangat ramah kantong.

Apabila lagi koler bemasak dan kepingin makanan sehat dan praktis maka bembuat kokor entimun sangatlah cocok, ya hitung-hitung sembari nurunkan tensi darah tinggi... wkwkwk

Naah kali ini Jejak Si Koceng ndak membagikan sebuah resep cara memolah kokor timun, pertama-tama yang harus disiapkan adalah bahan-bahannya. Seperti :
- 2 buah entimun ( timun )
- 3 siung bawang merah 
- 1 gelas santan kelapa murni 
- 3 bintir cabe atau bisa lebih sesuai selera
- gula, garam, micin, secukupnya

Cara membuatnya : pertama-tama cucilah terdahulu entimunnya sampai bersih, pastikan tidak ada kuman yang tersisa. Setelah itu entimunnya dibelah dua, dan jangan dikupas kulitnya, pastikan juga belahannya harus rata agar menghasilkan rasa yang nyaman. Apabila semua entimunnya sudah terbelah semua, ambillah sebuah sendok makan dan mulailah mengokor/mengeruk isi timunnya sampai terlihat tipis, dan kokoran entimunnya tadi dimasukkan kedalam mangkuk.

Untuk bumbunya : Bawang merah tadi di iris dan cabenya juga di potong-potong kemudian santan tadi juga dicampurkan semua ke mangkuk yang berisi entimun yang sudah di kokor isinya. Kemudian masukkan garam, gula, micin secukupnya, aduk sampai rata dan kokor timun pun sudah siap untuk di hidangkan.
Pasangan terbaik saat menyantab kokor timun adalah pija ( ikan asin ) jukut biawan yg baru selesai di goreng. Hehe

Demikianlah cara sederhana membuat kokor timun, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih

Monday, January 29, 2018

Buah Bolok, Buah Legendaris Di Kutai

Buah Legendaris Di Kutai

Tak seperti buah simalakama yang terkenal dengan peribahasanya " apabila dimakan ibu mati dan,tak dimakan bapak yang mati ". Buah Bolok sendiri terkenal dengan salah satu penggalan lirik lagunya " dimakan mabok, dibuang sayang ".

Kali ini etam bekenalan dengan salah satu buah legendaris khas etam di kutai-kaltim.tapi pada saat membacanya tak usah terlalu serius kita belocoan saja.

Buah bolok itulah namanya, buah yang cukup populer semenjak menjadi sebuah judul lagu tingkilan karya Masdari Achmad.

Buah bolok mempunyai tampilan cassing yang menarik, dengan warna yang tentunya akan langsung menggoda selera apabila melihat buahnya.

Berbentuk bagaikan buah apel kecil-kecil menggelantung di batang pohon bagaikan buah benda (aren) dengan warna khas buah-buahan, merah, kuning, hijau, laksana melihat pelangi menempel di batang pohon. Wkwkwk

Bagaimana dengan rasa buahnya !?

Menurut kata para pujangga, buah bolok rasanya sangatlah nyaman ndik kalah dengan buah-buah impor. rasanya itu looh tegak ada manis-manisnya. Hehe

Buah bolok sebarannya banyak terdapat di pinggiran sungai mahakam. Buahnya bisa di aplikasikan untuk campuran sop dan salad buah, tapi dengan catatan apabila pas memakan langsung mabok resiko ditanggung sendiri...wkwkwk

Sampai ketemu di cerita ngeramput selanjutnya

Serunya Mengikuti Fun Rally Motor Wisata Bersama Jelajah



Masih dalam rangkaian HUT kota Samarinda ke 350 tahun, kali ini kami bersama komunitas Jelajah ikut ambil bagian di acara Fun Rally Motor Wisata 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Samarinda.

Fun Rally Wisata sendiri konsepnya adalah sebuah touring di dalam kota dengan metode gas tipis-tipis mengunjungi objek-objek wisata di kota samarinda, yang rutenya telah di tentukan oleh panitia penyelenggara. Setelah sampai di lokasi kita berfoto-foto terus di unggah ke medsos, sekitar 15 menitan mencari spot foto yang undas. Setelah selesai berfoto kita akan gas tipis-tipis kembali menuju lokasi wisata selanjutnya dan begitu seterusnya sampai titik lokasi terakhir.


Kali ini yang akan kusampaikan adalah catatan perjalanan kami di komunitas Jelajah pada saat ikut ambil bagian di acara Fun Rally Wisata.

Titik awal keberangkatan adalah di pos I - Masjid Islamic Center - Samarinda. Di halaman masjid inilah semua peserta dari berbagai komunitas berkumpul, dan menjadi sebuah kehormatan komunitas Jelajah di tunjuk untuk menjadi rombongan terdepan yang akan memulai perjalanan.


Pos I - Islamic Center Samarinda

Rute pertama kami menuju ke Pos II - Mahakam Lampion Garden (MLG), yang tak jauh dari Islamic Center Samarinda. Tempat ini adalah sebuah taman rekreasi keluarga dengan keindahan cahaya lampionnya di malam hari. Setelah berfoto bersama dan mengisi daftar lokasi kami pun beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju ke Samarinda Seberang.


Pos II - Mahakam Lampion Garden (MLG)

Sesampainya di samarinda seberang kami langsung menuju ke Pos III Kampung tua/kampung tenun, di tempat ini kami hanya berfoto bersama di sebuah rumah adat yang telah menjadi cagar budaya.
Tak jauh dari rumah adat kami bergeser ke Pos IV - Masjid Shiratal Mustaqiem, masjid tertua di kaltim yang saat ini kondisi bangunannya sangat terpelihara.

Dari masjid tua kami menuju ke Pos V -  Makam Lamohang Daeng Mangkona seorang bangsawan Bugis yang terkenal sebagai pendiri kota samarinda.

Pos III - Rumah Tua/Kampung Tenun

Pos IV - Masjid Tua Shiratal Mustaqiem

Pos V - Makam Lamohang Daeng Mangkona

Apakah perjalanan kami hanya sampai disitu !?

Tentunya tak sampai disitu saja, selesai mengunjungi daerah samarinda seberang perjalanan pun berlanjut menuju palaran. Di pos VI -  Jembatan Mahkota II, setelah diresmikan jembatan ini menjadi ikon baru kota Samarinda. Dengan warna warni cahaya penerangannya dikala malam hari tentunya sangat di gandrungi masyarakat yang ingin berfoto dengan latar belakang jembatan Mahkota II.

Pos VI - Jembatan Mahkota II

Menyeberang dari Palaran kami beserta rombongan langsung menuju Pos VII - Tjiu’s Palace di daerah Sambutan. Tjiu's Palace sendiri adalah sebuah tempat rekreasi keluarga dengan wahana permainan air. Dari kolam renang, kolam pemancingan, area bermain sepeda air, dll
Teriknya sinar matahari tak menyurutkan semangat kami untuk melanjutkan perjalanan menuju Pos VIII - Kelenteng Thien Ie Khong. Kelenteng ini sudah berumur lebih dari seabad dan juga masih berfungsi dengan baik sebagai tempat ibadah warga Tionghoa di Samarinda. Bahkan kini Kelenteng Thien Ie Khong telah dijadikan cagar budaya.

Pos VII - Tjiu's Palace

Pos VIII - Kelenteng Thien Ie Khong

Dunia pariwisata sangat erat kaitannya dengan oleh-oleh cindera mata khas daerah dan juga di tunjang oleh penginapan/hotel, dan Samarinda mempunyai itu semua. dari Kelenteng Thie Ie Khong kami melanjutkan perjalanan menuju Pos IX - Citra Niaga.
Di kawasan Citra Niaga inilah segala macam Oleh-oleh khas Kaltim tersedia, baik itu makanan, pakaian, maupun kerajinan tangan semua lengkap ada di jual disana. Tak jauh dari kawasan Citra Niaga, kami melanjutkan lagi perjalanan ke Pos X - Hotel Horison. Sebuah hotel bertaraf internasioal yang layak di jadikan tempat menginap saat mengunjungi kota Samarinda.

Pos IX - Citra Niaga

Pos X - Hotel Horison


Tak terasa udah 10 pos titik persinggahan yang telah kami lalui, dan waktu juga masihlah panjang dan perjalanan pun tetap gas tipis-tipis melanjutkan rute selanjutnya menuju Pos XI - Buddhist Centre (Maha Vihara Sejahtera Maitreya). Bangunan megah yang terletak di Jln.DI Pandjaitan ini konon katanya salah satu yang terbesar se Asia tenggara. Buddhist Centre adalah salah satu destinasi wisata religi dan wisata budaya yang terdapat di kota Samarinda.

Perjalanan berlanjut menuju Pos XII - Taman Salma Shofa.
taman Salma Shofa yang terletak di daerah Mugirejo ini adalah tempat sarana rekreasi dan edukasi. Di tempat ini juga terdapat Beranda Imajinasi, dengan berbagai macam koleksi benda-benda antik.

Pos XI - Buddhist Centre

Pos XII - Taman Salma Shofa

Pos XIII - Water Park Citra Land

Tak beberapa lama mengunjungi taman Salma Shofa kami beserta rombongan kembali gas tipis-tipis menuju ke arah Lempake kali ini yang kami tuju adalah Water Park Citra Land yang terdapat di dalam area perumahan Citra Land.
Berbagai macam wahana permainan air dapat kita jumpai di tempat ini.

Pos XIII - Water Park Citra Land

Masih di daerah Lempake perjalanan berlanjut menuju Pos XIV - Bendungan Benanga. Waduk Benanga begitu sebagian orang menyebutnya, di bendungan ini juga adalah salah satu objek wisata yang terdapat di Samarinda, dengan luas danau mencapai puluhan hektar.selain sebagai objek wisata di bendungan ini juga adalah spot memancing ikan.

Pos XIV - Bendungan Benanga


Waktu masih menunjukkan jam 2 siang, perjalanan akan dilanjutkan menuju ke Bayur di Pos XV - Rumah Ulin Arya. setiap akan meninggalkan lokasi selalu di isi dengan sesi foto bersama rekan-rekan di komunitas Jelajah, teriakan yel yel jelajah tangguh bagaikan pelecut semangat untuk kembali bersiap narek gas tipis-tipis.

Pos XV - Rumah Ulin Arya

Sesampainya di tempat ini kami disambut oleh nuansa asri dengan rimbunnya pepohonan. Saat melintas masuk tatapanku pun hanya terpaku ke sebuah gazebo, dan tak ingin jauh-jauh dari situ. Lumayan dapat meluruskan pinggang setelah melalukan perjalanan panjang. Hehe
Untuk fasilitas sendiri di Rumah Ulin Arya sangatlah lengkap dan salah satu undasnya disini adalah sebuah kolam renang sehat bernuansa Bali. Jadi tak perlu ke luar pulau kan cukup datang ke Rumah Ulin Arya saja. Hehe

Pos XV - Rumah Ulin Arya 

Melanjutkan perjalanan kembali setelah beberapa pos letaknya di pinggiran kota, kali ini rutenya kembali menuju ke dalam kota yaitu ke Jln. Ir. H. Juanda di Pos XVI - Kantine Lounge and Resto.
Setelah berpanas-panasan di jalan pada saat berada di Kantine suasananya cukuplah berbeda, bersantai sejenak di deretan sofa yang empuk di tambah dinginnya ruangan ber ac tentu saja membuat tubuh ini menjadi fresh kembali. Sedangkan untuk Pos XVII - Cafe Yen Delight kami tak mampir di pos tersebut.

Pos XVI - Kantine Lounge and Resto

Pos XVIII - Taman Samarendah

Di taman kota ini adalah pos terakhir sebelum finish di halaman parkir Gor Segiri. Setelah mengisi absen dan foto bersama, tak lupa kami beserta rombongan menuju ke halaman depan Museum Samarinda yang saat ini masih dalam proses pembangunan, dan kebetulan juga tempatnya berada di seberang taman Samarendah.

Pos XVIII - Taman Samarendah

Museum Samarinda

Finish dan berlimpah hadiah

Setelah mengelilingi berbagai objek wisata di Samarinda sampailah kami di Pos XIX - Halaman Parkir Gor Segiri.
Dilokasi inilah tempat finish Fun Rally Motor Wisata. Sesampainya disana kami beristirahat makan sembari menunggu peserta rombongan lain tiba.
Setelah semua peserta Fun Rally Motor Wisata tiba, maka acara yang di tunggu adalah pengundian doorprize, dan alhamdulillah beberapa orang peserta dari komunitas Jelajah mendapatkan hadiah doorprize.

Kegembiraan setelah mendapat hadiah doorprize

Demikian catatan kegiatan kami bersama komunitas Jelajah saat mengikuti acara Fun Rally Motor Wisata 2018. Selamat hari jadi kota Samarinda ke 350 tahun.
Semoga tetap menjadi kota yang teduh, rapi, dan aman.

Koleksi foto : Rudy / Jelajah

By Jejak Si Koceng