Tuesday, January 23, 2018

Enceng Gondok ( elong ) Tumbuhan Legedaris di Zaman Old

Enceng Gondok/elong


Tahu ndik awak dengan enceng gondok/elong !?

Jangan pernah bertanya seperti itu ke generasi zaman now, karena bagi mereka tumbuhan semacam elong tak ubahnya seperti tumbuhan liar yang tak berpaedah. Tetapi kita tak akan mendapatkan jawaban seperti itu apabila bertanya ke generasi zaman old, jawaban mereka syarat akan nostalgia semasa kecilnya.. Hehe

Pertama-tama etam kenalan dulu dengan yang namanya elong atau bahasa latinya enceng gondok. Elong adalah jenis tumbuhan mengapung dan termaksud kategori gulma, yang akan banyak kita temui di lingkungan perairan.

Mengingat akan elong tak ubahnya membawa kita kembali bernostalgia semasa kecil, terutama bagi sebagian mereka yang semasa kecilnya bertempat tinggal di pinggiran sungai mahakam.

Ketika di tanah hulu lagi banjir, disepanjangan sungai mahakam akan banyak sekali kita temui hamparan elong yang larut terbawa arus sungai mahakam. Sangkin luasnya hamparannya bisa seperti sebuah pulau yg berjalan.

Nostalgia semasa kecil bermain elong

Tentu sebagian dari kita akan teringat kembali saat masih masa kanak-kanak, dimana menjadikan elong sebagai bahan permainan. Kalau anak perempuan biasanya menjadikan elong sebagai bahan dasar untuk bermain masak-masakan, batang dan daun elong di umpamakan sebagai sayurannya.

Sedangkan untuk anak laki-laki menjadikan batang elong sebagai bahan membuat kapal-kapalan. Batangnya di potong-potong sekitar 5 atau 6 batang kemudian di bentuk menjadi sebuah rakit, untuk menyambungnya menggunakan batang lidi, layarnya sendiri menggunakan daunnya.

Selain di jadikan untuk mainan, hamparan elong juga di manfaatkan anak-anak zaman old untuk mencari jukut/ikan maupun udang. Dengan bermodal tudung makanan, bisa juga ransang nasi yang di jadikan sebuah tanggok/serok.
Kegiatan menanggok di sungai sering di lakukan pada saat sehabis pulang sekolah, memanfaatkan rindangnya hamparan elong yang menjadi tempat favorit untuk di tanggok di bawahnya. Kalau lagi nasib lagi beruntung tentunya akan banyak mendapatkan jukut atau udang, tapi kalau pas lagi apesnya biasanya tetanggok sanggar aer. Wkwkwk


Demikianlah sedikit cerita nostalgia dengan tumbuhan legendaris di zaman old, sampai ketemu kembali di cerita-cerita ngeramput versi jejak si koceng...

1 comments so far

Kids zaman old lebih kreatif kayanya :-d


EmoticonEmoticon