Saturday, January 20, 2018

Mengenal Kawasan Arboretum Sempaja Samarinda Bersama JELAJAH


Pertama-tama kita berkenalan dulu apa itu arboretum. Dalam bahasa latin ARBORETUM berasal dari kata ARBOR yang berarti pohon dan tambahan -ETUM yang berarti tempat. Arboretum menurut KBBI dapat diartikan sebagai tempat berbagai pohon yang ditanam & dikembangkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan. Arboretum juga bisa disebut sebagai botanical garden (kebun botani) atau hutan buatan yang ditujukan untuk tempat pelestarian,pendidikan,penelitian dan rekreasi.

Arboretum sempaja dikembangkan sejak tahun 1986 dengan luas 2,5 ha.dahulu areal ini merupakan kebun karet masyarakat dan habitat pohon ulin/kayu besi yang dapat dilihat dari bekas tunggulnya yang masih kokoh berdiri.

Kegiatan penanaman terus dilakukan dengan berbagai jenis tanaman kehutanan sehingga terbentuk ekosistem mini hutan alam.saat ini terdapat 2000 tanaman yang terdiri dari ±80 jenis pohon dan terus dilakukan penanaman jenis baru untuk menambah koleksi.

Adapun yang terdapat di Arboretum sempaja meliputi :
- Koleksi tanaman/herbal
- Sumber benih Dipterokarpa
- Jogging track & koleksi pohon
- Gazebo/pondok istirahat
- Penelitian inokulasi gaharu
- Plot percontohan jenis gaharu
- Koleksi jenis buah-buahan
- Sarana pendidikan & pelatihan
- Kegiatan fotografi & komunitas.

Kunjungan komunitas JELAJAH ke Arboretum Sempaja
Arboretum Sempaja Samarinda

Pada hari minggu kemarin kami di Komunitas JELAJAH berkesempatan mengunjungi Arboretum sempaja. Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah senam pagi, setelah itu kami di ajak pihak pengelola untuk masuk ke ruang kelti hasil hutan. Di ruangan tersebut kami menyimak pemaparan-paparan entah itu pengenalan berbagai jenis pohon/tanaman, dan juga hasil olahan dari pohon dan jenis tanaman tersebut. Semisal,teh arai,lemak tengkawang,brownies kukus tengkawang dan juga bolu kukus pasak bumi dan sekaligus mencicipi olahan-olahan tersebut.

Berbagai olahan dari hasil tanaman
Berbagai jenis olahan dari hasil tanaman hutan

Selepas itu kami mengunjugi bedeng produksi bibit/persemaian bibit permanen yang juga masih di arel tersebut. Di tempat ini kita bisa melihat berbagai macam jenis bibit pohon macam leban,meranti,tengkawang,dll.

Di tempat tersebut kami mendapatkan informasi dan juga melihat langsung kegiatan teknik pembibitan,mulai dari pengambilan materi genetik,perlakuan di greenhouse,perawatan di bedeng persemaian hingga bibit siap tanam.

Melihat bedeng produksi Arboretum Sempaja Samarinda
Bersama rekan Jelajah mengunjungi Bedeng Produksi

Sekitar hampir 30 menit di bedeng produksi bibit kami di ajak kembali oleh pengelola untuk langsung menuju ke gapura utama Arboretum tersebut dan yang perlu diketahui untuk menuju tempat tersebut kita harus mendaki sebanyak 128 anak tangga dengan sudut kelerengan 40 derajat. Di sekitar gapura tersebut sangat cocok untuk latihan fisik dengan trek yang menanjak. Total keseluruhan trek yang mengelilingi areal Arboretum
Sempaja sepanjang 842 meter.

Kami pun mendaki sembari  mengelilingi trek tersebut dan ada satu trek bernama " Trek Henry Bastaman " sepanjang 62 meter yang di desain menggunakan batu  kerikil yang berfungsi sebagai terapi akupuntur yang memicu pijatan refleksi pada syaraf sehingga melancarkan sirkulasi dan peredaran darah.

Sembari berjalan kita bisa melihat papan pengenal jenis pohon dengan menggunakan inovasi teknologi QR Code berbasis aplikasi smartphone yang dapat memberikan informasi lebih detail mengenai jenis pohon secara mudah dan cepat. Tentunya canggih juga kan. Hehe ...

Bersama rekan komunitas Jelajah
Foto bersama keluarga besar komunitas Jelajah

Puas berkeliling di lokasi arboretum kami pun kembali kembali kelokasi awal titik dimana berkumpul waktu pada saat senam pagi dan Alhamdulillah dengan membawa pengalaman yang sangat berharga setelah mengelilingi lokasi arboretum dengan di iringi rasa haus dan juga lelah kami mendapat sponsor dari produk minuman energi. Rasa haus dan lelah pun menjadi hilang setelah meneguk kesegaran minuman energi dan tak lupa ada snacknya pula lumayan untuk mengganjal perut yang lapar... wkwkwk

Demikianlah pengalaman singkat yang ingin kusampaikan pada saat berkunjung ke Arboretum Sempaja bersama komunitas JELAJAH.

Catatan : Arboretum Sempaja juga menerima kunjungan dari  luas yang ingin lebih mengetahui mengenai ekosistem hutan. Kunjungan juga terbuka untuk seluruh pihak utamanya untuk lingkup sekolah ataupun kampus.sebagai lokasi praktek lapangan maupun untuk sekedar menikmati suasana hutan di kawasan perkotaan, karena aksesibilitas Arboretum sempaja yang relatif terjangkau dan berada di pusat kota samarinda.


" MARI BERKUNJUNG KE ARBORETUM SEMPAJA "